Ikan Lele Memiliki 3.000 Sel Kanker, Hoax atau Fakta
Pernah mendengar ataupun membaca tulisan mengenai ikan lele yang memiliki 3.000 sel kanker. Pesan dan tulisan tersebut menyebutkan bahwa sesuap daging ikan lele disantap, warga juga menelan 3.000 sel kanker tersebut.
Dalam pesan dan tulisan tersebut juga disebutkan bahwa lele mengandung sel kanker dikarenakan lele hidup dengan cara yang jorok. Alasan ikan paling jorok inilah yang paling ditekankan pada pembaca.
Pada pesan juga dijelaskan bahwa sifat lele yang doyan mengonsumsi segala jenis limbah di perairan menyebabkan ikan ini tidak layak konsumsi. Bahkan sebuah artikel yang cukup viral di internet menyebutkan kotoran manusia juga dijadikan pakan pada sebuah budidaya lele di Kota Haikou, China.
Sementara itu di habitat aslinya, lele juga dikenal sebagai spesies ikan yang sangat tangguh. Ikan ini dilengkapi alat pernapasan tambahan berupa labirin, sehingga mampu bertahan hidup dalam kondisi perairan berlumpur atau bahkan tercemar.
Fakta-fakta inilah yang memunculkan dugaan soal akumulasi racun karsinogen (penyebab kanker) di tubuh ikan lele. Fakta ini tidak sepenuhnya benar dan dapat dipercaya.
dr Dradjat R Suardi, SpB(K) Onk, ahli kanker dari Perhimpunan Onkologi Indonesia menjelaskan bahwa untuk membuktikan apakah lele memiliki sel kanker atau tidak perlu dilakukan penelitian.
“Saat ini belum ada penelitian yang menyatakan jika memakan lele dapat memicu kanker," tegasnya.
Dari pernyataan di atas, belum ada kepastian dari para ahli. Bila kita telusuri Sementara itu, ikan lele yang dijual dan dikonsumsi pun kebanyakan dibudidayakan di sebuah kolam budidaya ikan lele.
Menurut data yang dikumpulkan pun, kandungan gizi yang dimiliki ikan lele berpusat pada kadar protein yang tinggi. Seperti ikan-ikan air tawar pada umumnya. Belum ada penelitian resmi yang menyatakan bahwa ikan lele mengandung sel kanker seperti informasi yang tersebar selama ini.
Dalam pesan dan tulisan tersebut juga disebutkan bahwa lele mengandung sel kanker dikarenakan lele hidup dengan cara yang jorok. Alasan ikan paling jorok inilah yang paling ditekankan pada pembaca.
Pada pesan juga dijelaskan bahwa sifat lele yang doyan mengonsumsi segala jenis limbah di perairan menyebabkan ikan ini tidak layak konsumsi. Bahkan sebuah artikel yang cukup viral di internet menyebutkan kotoran manusia juga dijadikan pakan pada sebuah budidaya lele di Kota Haikou, China.
Sementara itu di habitat aslinya, lele juga dikenal sebagai spesies ikan yang sangat tangguh. Ikan ini dilengkapi alat pernapasan tambahan berupa labirin, sehingga mampu bertahan hidup dalam kondisi perairan berlumpur atau bahkan tercemar.
Fakta-fakta inilah yang memunculkan dugaan soal akumulasi racun karsinogen (penyebab kanker) di tubuh ikan lele. Fakta ini tidak sepenuhnya benar dan dapat dipercaya.
dr Dradjat R Suardi, SpB(K) Onk, ahli kanker dari Perhimpunan Onkologi Indonesia menjelaskan bahwa untuk membuktikan apakah lele memiliki sel kanker atau tidak perlu dilakukan penelitian.
“Saat ini belum ada penelitian yang menyatakan jika memakan lele dapat memicu kanker," tegasnya.
Dari pernyataan di atas, belum ada kepastian dari para ahli. Bila kita telusuri Sementara itu, ikan lele yang dijual dan dikonsumsi pun kebanyakan dibudidayakan di sebuah kolam budidaya ikan lele.
Menurut data yang dikumpulkan pun, kandungan gizi yang dimiliki ikan lele berpusat pada kadar protein yang tinggi. Seperti ikan-ikan air tawar pada umumnya. Belum ada penelitian resmi yang menyatakan bahwa ikan lele mengandung sel kanker seperti informasi yang tersebar selama ini.
Komentar
Posting Komentar